FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN DAN
IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN
MAKALAH
Disusun
untuk memenuhi tugas diskusi kelas mata kuliah Psikologi Perkembangan
Dosen
Pembimbing : Drs. H.A. Zaenal Abidin, M.Pd.
Disusun
oleh :
1.
Dewi Ayu A. ( 1401413151 )
2.
Diah Juliawati ( 1401413155 )
3.
Lekha Zubaida ( 1401413182 )
4.
Rizki Dwi S ( 1401413195 )
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2013
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, ia membutuhkan orang lain untuk
dapat tumbuh kembang menjadi manusia yang lebih utuh. Dalam perkembangannya,
pendapat dan sikap peserta didik dapat berubah karena interaksi dan saling
berpengaruh antar sesama peserta didik maupun dengan proses sosialisasi. Dengan
mempelajari perkembangan hubungan sosial diharapkan dapat memahami pengertian
dan proses sosialisasi peserta didik. Kebutuhan
berinteraksi dengan orang lain telah dirasakan sejak usia enambulan, disaat itu
mereka telah mampu mengenal manusia lain, terutama ibu dan anggota keluarganya.
Anak mulai mampu membedakan arti senyum dan perilaku sosial lain,seperti marah
(tidak senang mendengar suara keras) dan kasih sayang. Perkembangan sosial pada masa remaja berkembang kemampuan untuk memahami orang lain sebagai individu yang unik. Baik menyangkut
sifat-sifat pribadi, minat, nilai-nilai atau perasaan sehingga mendorong remaja
untuk bersosialisasi lebih akrab dengan lingkungan
sebaya atau lingkungan masyarakat baik melalui persahabatan atau percintaan.
Pada masa ini berkembangan sikap cenderung menyerah atau mengikutiopini,
pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran, keinginan orang lain. Ada lingkungan sosial
remaja (teman sebaya) yang menampilkan sikap dan perilaku yang dapat dipertanggung
jawabkan misalnya: taat beribadah, berbudi pekerti luhur, dan lain-lain.Tapi
ada juga beberapa remaja yang terpengaruh perilaku tidak bertanggung jawab teman
sebayanya, seperti : mencuri, free sex, narkotik, miras, dan lain-lain. Remaja diharapkan
memiliki penyesuaian sosial yang tepat dalam arti kemampuan untuk mereaksi
secara tepat terhadap realitas sosial, situasi dan relasi baik di lingkungan keluarga,
sekolah dan masyarakat.
B. Rumusan
Masalah
1. Faktor apa sajakah yang mempengaruhi pencapaian tugas
perkembangan ?
2. Bagaimana implikasinya dalam pendidikan ?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Pencapaian Tugas
Perkembangan
a.
Faktor Hereditas
Faktor yang mempengaruhi
perkembangan anak yang diturunkan melalui gen disebut hereditas. Faktor itu
adalah bentuk sifat-sifat atau karakteristik yang menentukan batas-batas
perkembangan anak walaupun tidak mutlak. Dengan kata lain sifat yang dibawa
sejak lahir atau melalui hereditas menjadi cetak biru perkembangan anak tersebut.
Dengan mengetahui cetak biru perkembangan anak, sehingga kita tidak menuntut
diluar perkembangannya.
Ø
Sifat-sifat yang diturunkan secara
hereditas
Ada
dua jebis sifat yang diturunkan secara hhereditas yaitu sifat intelektual dan
temperamen. Masing-masing anak mewarisi kualitas intelektual dan temperamen
yang berbeda-beda.
a)
Potensi Intelektual
Setiap
orang dilahirkan dengan segala
kekurangan dan kelebihan yang ada. Dan ketika didalam kelas dijumpai anak yang
secara potensial memiliki kualitas intelektual yang tinggi, sedang, rendah.
Prestasi belajar di sekolah sangat dipengaruhi oleh kemampuan umum kita yang
diukur oleh IQ (Segal, 1997:14)
Menurut Gardner dalam teori Multiple
Intellegence, intelegensi memiliki tujuh dimensi yang semiotonom, yaitu
linguistic, music, matematik logis, visual special, kinestetik fisik, social
interpersonal dan intrapersonal.
1)
Di sekolah dasar akan ditemui anak “dull normal” dengan IQ 80-85. Kemampuan
berpikir anak ini berada dibawah kemampuan berpikir anak normal (IQ 85-115).
Anak berkemampuan rendah dapat memasuki sekolah dasar, tetapi memiliki
bimbingan khusus. Anak-anak sekolah dasar yang memiliki potensi intelektual
diatas normal ( anak superior IQ 120-130 ) menurut Terman (1959) cenderung mempunyai cirri-ciri kemampuan belajar
sebagai berikut:
a.
dapat menggunakan kata-kata secara cepat.
b.
Mempunyai perkembangan bahasa yang baik,
sehingga dapat mengulang dengan baik segala sesuatu yang bersifat verbal.
c.
Memiliki pengamatan dan perekaman yang
jelas tentang obyek yang diamati
d.
Mempunyai ketrampilan yang dapat
dibanggakan dalam bidang seni kalau dilatih
e.
Suka kepada buku-buku, kamus ataupun
ensiklopedia
f.
Cenderung ntuk merasa bosan dengan tugas
rumah, tetapi mereka senang belajar mandiri.
Anak-anak superior hanya dapat dilayani
oleh guru yang benar-benar professional, kalau tidak mereka akan mengalami
kegagalan dan kekecewaan. Untuk melayani anak-anak yang berkemampuan
intelegensi normal, tinggi atau superior, sebaaiknya mereka dibiarkan tetap
mengikuti jenjang kelasnya, dan diberikan pengayaan yang bersifat pendalaman
dengan cara memberikan tugas tambahandallam pokok bahasan. Dengan demikian anak
akan tetap menampilkan prestasi dan hubungan social tidak terganggu.
b)
Temperamen
Temperamen merupak sifat emosi dan
social. Yang dibawa sejak lahir, yang bukan merupakan hasil belajar. Yung (Page, 1947) mengemukakan bahwa
ada dua jenis temperamen, yaitu introvert dan ekstrover.
Anak
sekolah dasar yang memiliki temperamen introvert cenderung menampakkan sifat
sbb:
1)
Pendiam
2)
Sukar memulai hubungan dengan orang lain
3)
Cenderung menilai secara subjektif
4)
Mudah tersinggung
5)
Emosi yang dingin
Anak
yang memiliki temperamen ekstrover menampakkan tingkah laku sbb:
1)
Mudah bergaul, banyak berbicara dan
ramah
2)
Mudah membina keakraban dengan anak lain
3)
Cenderung melakukan pertimbangan yang
bersifat objektif
4)
Tabah, tidak mudah tersinggng
5)
Emosi yang hebat, periang
Ø
Prinsip-prinsip penurunan sifat melalui
herediitas
Prinsip-prinsip
hereditas dikemukakan oleh seorang ahli yang bernama Francis Galton sbb:
Prinsip
Reproduksi
Sebagai
contoh, seorang anak dokter ahli bedah yang sangat cekatan tidak akan mewarisi
kecekatan ayahnya dalam pembedahan melalui hereditas. Hal ini disebabkan
kecekatan pembedahan itu merupakan hasil belajar.
Prinsip
Konformitas
Setiap
jenis menurunkan jenis. Bahwa manusia tidak akan menurunkan anak binatang atau
anak yang memiliki sifat sebagai binatang. Prinsip ini memiliki implikasi pada
guru, bahwa murid yang dihadapi adalah anak manusia. Dalam mendidik mereka,
sifat kemanusiaan harus dihormati dan dikembangkan dengan pantas. Oleh karena
itu mereka mampu berppendapat, beride dan mencari solusi asal mereka diberi
kesempatan dan bimbingan.
Prinsip
Variasi
Kombinasi
sifat dalam gen yang berasal dari ibu dan ayah menghasilkan perbedaan sifat
pada masing-masing anaknya. Dari prinsip ini, guru hendaknya mendapat pemahaman
bahwa setiap anak memiliki sifat dan kemampuan berbeda walaupun mereka saudara
kandung. Guru harus menerima anak sebagaimana adanya dan memberi layanan sesuai
kebutuhannya.
Prinsip
Regresi Fillial
Orang
tua memiliki sifat-sifat kejiwaan diatas kualitas sifat kejiwaan pada umumnya,
cenderung melahirkan anak dengan kualitas kejiwaan dibawah kejiwaan sendiri.
Demikian sebakiknya.
b. Faktor
Lingkungan
Lingkungan pendidikan kini dipengaruhi oleh lingkungan
global yang merupakan berbagai pengaruh eksternal dalam dinamika berbagai aspek
kehidupan di dunia. Lingkungan global yang mengandung pengertian tereksposnya
kita oleh kehidupan komunitas global menurut adaptasi masyarakat kita pada
kondisi global dan pada gilirannya menuntut adaptasi individu untuk
mengembangkan potensi yang dimiliki.
Pengaruh lingkungan dibagi menjadi dua, yaitu:
v Lingkungan
non Sosial
a. Gizi
Anak akan mencapai
tugas perkembangan dengan baik kalau kebutuhan fisiknya terpenuhi. Ada beberapa
pengaruh yang buruk terhadap perkembangan mental anak jika ia kekurangan gizi,
sebagaimana dikemukakan oleh Sutton
Smitch (1973) sbb:
a) Gangguan
emosi
Mereka
tidak dapat berekspresi bahagia, cendetung sedih, dingin,, dan tidak mudah
tersentuh perasaannya. Akibatnya menjadi sikap menyendiri dan kurang mampu
bergaul, mengakibatkan kurang bergaurah dalam belajar.
b) Kemampuan
mental rendah
Kekurangan gizi
khususnya vitamin A,B,C,D, dan kalsium menyebabkan kemampuan mental terganggu.
Mulai dari penyakit mata, anak kurang bersemangat, serta sulit memusatkan
perhatian dalam belajar (Hutcing dan
Gibbon, 1971).
c) Pertumbuhan
syaraf otak yang kuurang sempurna
Murid sekolah dasar
yang mengkonsumsi gizi rendah semenjak masa konsepsi (dalam kandungan), pada
umumnya memilki kemampuan mental rendah, termasuk lambat belajar, emosi kurang
bahagia, pemarah.
d) Ketegangan
psikologis
Kekurangan gizi dapat
juga menimbulkan ketegangan psikologi anak. Keadaan innilah yang membentuk
interaksi interaksi social anak yang kurang baik dengan lingkungann sekitar.
b. Suasana
Lingkungan
Suasana lingkungan
turut mempengaruhi perkembangan anak.
Siswa yang terbiasa mendengar suara bising yang terus menerus dapat mengganggu
pendengaran anak. Akibatnya, anak kesulitan menerima tekanan bahasa yang halus.
v Lingkungan
Sosial
Lingkungan social
adalah adalah tempat terjadinya hubungan social antar manusia. Pada pembahasan
berikut ini dkemukakan pengaruh lingkunga terhadap perkembangan.
a) Keluarga
Situasi keluarga sangat
berpengaruh pada keberhasilan anak. Cara pendidikan yang digunakan oleh orang
tua sangat berpengaruh terhadap sikap
dan perilaku anak. Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga yang demkratis, barangkali
akanmenyesuaikan dan aktif secara social. Pendidikan orang tua, status ekonomi,
rumah, hubungan dengan orang tua dan saudara, bimbingan orang tua, dukungan
orang tua, sangat mempengaruhi prestasi belajar anak.
b) Sekolah
Suasana
sosial-emosional dalam kehidupan ekademis sekolah sangat mempengaruhi proises
belajar anak. Penelitian oleh Boyutton, Daggu dan Turner (Stagner, 1961)
menunjukkan bahwa jika guru selalu dalam ketegangan psikologis (pemarah,
pengomel, cerewet) menyebabkan murid meniru tingkah laku guru.
Tempat (gedung
sekolah), kualitas guru, perangkat kelas, relasi teman sekolah, rasio jumlah
murid per kelas, juga mempengaruhi anak dalam proses belajar.
c) Teman
Sebaya
Anak sekolah dasar
lebih banyak berinteraksi dengan teman sebaya dari pada dengan orang tuanya.
Pengaruh kelompok
tidaklah selalu baik, yaitu apabila nilai-nilai kelompok tidak sesuai denagn
norma yang dijunjung tinggi keluarga. Oleh karena itu, tugas orang tua dan guru
adalah mengadakan pendekatan terhadap kelompok teman sebaya untuk membimbing
sesuai dengan norma yang berlaku.
d) Masyarakat
Apabila masyarakat
sekitar adalah masyarakat yang berpendidikan dan bermoral baik, maka anak juga
akan melakukan tindakan yang baik pula.
Salah satu contoh yang konkret adalah pembentukan kelompok belajar pada suatu
kompleks di perumahan. Hal ini dapat sebagai pemicu anak untuk lebih giat
belajar. Penerimaan dan penghargaan secara baik masyarakat terhadap diri anak,
mendasari adanya perkembangan sosial yang sehat, citra diri yang positif, dan
rasa percaya diri yang mantap bagi anak akan menimbulkan persepsi yang positif,
sehingga anak lebih partisipatif dalam kehidupan social.
e) Lingkungan
Sekitar
Bangunan rumah, suasana
sekitar, keadaan lalu lintas, dan iklim juga dapat mempengaruhi pencapaian tujuan
belajar.
Dari sekian banyak
faktor yang harus diperhatikan, tentu tidak ada situasi 100% yang dapat
dilakukan secara keseluruhan dan sempurna. Tetapi untuk memenuhi kesempurnaan
bukanlah faktor yang mustahil untuk dilakukan, apabila dilakukan dengan usaha
yang sungguh-sungguh dan maksimal.
B. Implikasinya
dalam Pendidikan
a.
Sekolah dan perguruan tinggi perlu
memberikan kesempatan melaksanakan kegiatan-kegiatan non akademik melalui
perkumpulan misalnya: penggemar olah raga, tari, nyanyi, dll.
b.
Menolong siswa mendapatkan pendidikan
yang berguna semacam persiapan untuk melaksanakan pekerjaannya.
c.
Siswa yang lambat perkembvangan
jasmaninya diberikan kesempatan berlomba dengan kelompoknya sendiri. Perlu
diberikan penjelasan melalui bidang studi biologi dan ilmu kesehatan, bahwa
peserta didik sedang terjadi perubahan jasmani yang bervariasi.
BAB
III
PENUTUP
A. Simpulan
Faktor-faktor yang mempengaruhi
perkembangan seorang anak terbagi menjadi dua:
1. Faktor
heriditas
Faktor heriditas
ditentukan oleh,
a) Sifat
yang diturukan secara heriditas
Sifat-sifat ini
meliputi kualitas intelektual dan temperamen.
b) prinsip
penurunan sifat
Ø Prinsip
reproduksi
Ø Prinsip
konformitas
Ø Prinsip
variasi
Ø Prinsip
regresi filial
2. Faktor
lingkungan
Lingkungan dibedakan
menjadi dua:
a)
Lingkungan
non sosial
Lingkungan
non sosial dipengaruhi oleh gizi dan suasana lingkungan
b)
Lingkungana
sosial
Hal
yang mempengaruhi lingkungan sosial seorang anak antara lain : keluaraga,
sekolah, masyarakat, teman sebaya, dan lingungan sekitar
B. Saran
Dengan guru mengetahui faktor perkembangan
anak,diharapkan pada masa yang akan datang guru akan dengan tepat menangani
peserta didik dengan kemampuan intelektual, status sosial, ekonomi yang
berbeda-beda. Karena dengan mengerti hal tersebut, guru akan lebih profesional
dalam menerapkan pembelajaran yang ada. Semoga perubahan besar ke arah yang
lebih baik bisa terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, dan Ani,
Catharina Tri. 2009.Psikologi
Perkembangan.Semarang:Universitas Negeri Semarang Press.
Prayitno,
Elida.1991.Psikologi Perkembangan. Jakarta:Depdikbud, Dirjen Pendidikan Tinggi
PPTK.
Rachdian Aqila
Putri.2010.”Pertumbuhan dan
Perkembangan”.(online).http://www.aqilaputri.rachdian.com.Diakses tanggal 11
Oktober 2013.
Aini
Yulida.2013.”Makalah Implikasi Pertumbuhan dan Perkembangan”.(online).http://yulidaaini.blogspot.com/2013/06/makalah-implikasi-pertumbuhan-dan.html.Diakses
tanggal 11 Oktober 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar